hukum trading binary dalam islam

Hukum Trading Binary dalam Islam, Halal atau Haram?

Beberapa waktu belakangan, trading binary option semakin populer di kalangan para trader. Bukan hanya karena metode-nya yang mudah, namun potensi keuntungannya juga cukup besar. Namun tentu saja hal itu banyak menimbulkan pertanyaan; bagaimana hukum trading binary dalam Islam? Apakah trading binary option halal?

Apa itu Binary Option?

hukum trading binary dalam islam

Sebelum kita masuk pada pembahasan hukum trading binary dalam Islam, mari sedikit mengulas apa itu binary option dan bagaimana cara kerjanya.

Binary option merupakan salah satu dari banyak instrumen keuangan di mana kita dapat membeli sebuah aset dengan sistem kontrak dan akan mendapat untung saat kontrak tersebut kedaluwarsa (expired).

Di dalam praktek trading binary, kemungkinannya hanya ada dua: harga naik atau harga turun. Di sini kita bisa menganalisis apakah harga akan naik atau akan turun ketika kontrak yang akan kita beli nanti kedaluwarsa.

Kita hanya akan menganalisis apakah harga akan naik atau turun. Soal keuntungan, dalam trading binary sudah ditentukan di awal proses trading. Jadi sebelum memutuskan untuk membeli suatu kontrak aset, kita sudah tahu berapa keuntungan yang akan kita peroleh apabila analisis kita benar (harga naik).

Umumnya, range keuntungan dalam trading binary option adalah 80%-90% dari jumlah investasi yang kita ajukan setiap kali kita melakukan trading.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Mari kita buat sebuah permisalan. Untuk bisa melakukan trading binary option, kita diharuskan terlebih dahulu untuk membuat akun di broker-broker trading binary. Ada banyak broker yang bisa dipilih. Katakanlah Anda sudah punya akun di salah satu broker tersebut. Kemudian Anda memilih untuk trading aset EUR/USD dari broker Anda.

Di dalam aplikasi milik broker tersebut, akan ada pola data yang bisa Anda analisis. Misal Anda memprediksi harga EUR/USD akan naik dalam lima menit ke depan. Kemudian Anda memutuskan untuk memasang investasi, katakanlah Anda memiliki modal $100.

Sebelum memasang investasi, Anda akan diperlihatkan berapa jumlah keuntungan yang akan Anda dapat apabila benar setelah lima menit harga EUR/USD naik. Misalnya, di sana tertulis 90%, selanjutnya Anda hanya perlu memasukkan nilai investasi yang Anda inginkan dan menunggu lima menit.

Jadi, apabila Anda menaruh investasi sebesar $100 dan dalam lima menit harga EUR/USD tadi naik, maka Anda mendapatkan keuntungan sebesar 90% dari $100, yaitu $90. Sehingga jumlah yang Anda miliki kini menjadi $190. Namun apabila prediksi Anda salah, maka keuntungan yang Anda dapatkan 0%, atau tidak dapat apa-apa.

Bagaimana Hukum Trading Binary dalam Islam?

Berdasarkan fatwa MUI nomor 28/DSN-MUI/III/2002 mengenai jual beli mata uang, telah diputuskan bahwa pada dasarnya jual beli mata uang (Al sharf) hukumnya boleh, namun dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Keputusan fatwanya adalah sebagai berikut:

FATWA
DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NOMOR 28/DSN-MUI/III/2002
TENTANG
JUAL BELI MATA UANG (Al SHARF)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dewan Syari’ah Nasional setelah

Menimbang:

  • bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi juAl beli mata uang (Al sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis;
  • bahwa dalam ‘urf tijari (tradisi perdagangan) transak-si juAl beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandang ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain;
  • bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang Al sharf untuk dijadikan pedoman.

Mengingat:

1. Firman Allah, QS. Al Baqarah [2]: 275:

… وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا …

“… Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba ….”

2. Hadits Nabi riwayat Al Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id Al Khudri:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنِّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ، (رواه البيهقي وابن ماجه وصححه ابن حبان)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)” (HR. Al Baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

3. Hadits Nabi riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w. bersabda:

لذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ، سَوَاءً بِسَوَاءٍ، يَدًا بِيَدٍ، فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ اْلأَصْنَافُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ.

“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”

4. Hadits Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khatthab, Nabi s.a.w. bersabda:

الذَّهَبُ بِالْوَرِقِ رِبًا إِلاَّ هَاءَ وَهَاءَ …

“(Jual beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.”

5. Hadits Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi s.a.w. bersabda:

لاَ تَبِيْعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ وَلاَ تُشِفُّوْا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ، وَلاَ تَبِيْعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ وَلاَ تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ، وَلاَ تَبِيْعُوا مِنْهَا غَائِبًا بِنَاجِزٍ.

“Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.”

6. Hadits Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْوَرِقِ بِالذَّهَبِ دَيْنًا.

“Rasulullah SAW melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).”

7. Hadits Nabi riwayat Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf Al Muzani, Nabi s.a.w. bersabda:

الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ صُلْحًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا وَالْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا.

“Perjanjian boleh dilakukan di antara kaum muslimin kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”

8. Ijma’.

Ulama sepakat (ijma’) bahwa akad Al sharf disyari’at-kan dengan syarat-syarat tertentu.

MEMUTUSKAN

Menetapkan: FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG

Pertama: Ketentuan umum

a. Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

b. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)

c. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)

d. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

e. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Kedua: Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing.

a. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (مِمَّا لاَ بُدّ منه) dan merupakan transaksi internasional.

b. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

c. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-kan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

d. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Di dalam putusan tersebut telah disepakati bahwa secara umum, transaksi valuta asing diperbolehkan selama tidak melanggar ketentuan yang dapat membolehkannya.

Adapun hukum trading binary menurut Islam, sebagaimana yang telah disepakati dalam surat keputusan tersebut, adalah haram, karena trading binary termasuk ke dalam kategori transaksi option yang mana di dalamnya mengandung unsur spekulasi.

Wallahu a’lam.

3 thoughts on “Hukum Trading Binary dalam Islam, Halal atau Haram?

  1. JAZAKALLAH KHAIRAN KATSIRAAN….atas infonya yg bermanfaat..mengingat trading binary sdg “in” dkalangan masyarakat..dibeberapa forum bnyak trader yg mmberikan testimoni akan manfaat yg dirasakan, seolah mrk menganggap itu adalh solusi keuangan yg mnjanjikan dibrikan Allah untuknya utk keluar dari kesempitan ekonomi mrk,tp sayangnya mrk tdk mncari tahu status hkumnya dalam islam..Insya Allah info ini sgt bermanfaat..

  2. Makasih ya kak atas infonya, setelah ini saya mau hapus aplikasi iq option (aplikasi trading binary option) yang saya pakai di aplikasi karena buat apa saya dapet duit banyak tapi cara yang dilarang oleh agama saya sendiri, ternyata mengira-ngira untung-untungan atau spekulasi itu hukumnya haram ya, lantas kak, bagaimana hukumnya bermain saham di bursa efek dikarenakan ada unsur pengira-ngiraan dan untung-untungan atau spekulasi, bagaimana itu kak? Tolong dijelaskan ya kak… semoga ilmu ini bermanfaat dan bisa diajarkan secara turun-temurun

Beri Tanggapan