Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak?

BERHUBUNGAN INTIM SAAT HAMIL – Pada saat seorang istri sedang hamil muda, dan libido Anda sudah naik dimana mungkin sudah tidak sabar lagi hendak melakukan hubungan intim dengan pasangan Anda, tentu Anda akan bertanya-tanya,

“Bolehkah saya berhubungan seks dengan pasangan saya? Jika boleh, apakah aman berhubungan seks pada saat hamil dan bagaimana cara melakukan?”

Inilah segelintir unek-unek yang terbesit dalam pikiran dan hati para suami pada saat mendapati istrinya sedang hamil muda dan nafsu berhubungan intim sudah menggebu-gebu.

Hal ini yang perlu diketahui para suami bahwa ketika wanita sedang hamil selain akan mengalami perubahan fisik, ia juga akan mengalami peningkatan gairah seks yang tinggi dan juga orgasme yang kuat selama beberapa tahap kehamilan.

Bagi sebagian perempuan, hubungan intim selama kehamilan boleh-boleh saja dilakukan akan tetapi dalam takaran yang pas dan benar.

Seorang ahli klinis dari Department of Obstetrics and Gynecology Columbia University Medical Center Annete Perez DelBoy, menyatakan “jika kehamilan berkembang normal, hubungan intim pada masa-masa kehamilan sama sekali tidak berbahaya bagi bayi.”

Dalam hal ini, bayi tetap akan terlindungi dengan baik di dalam rahim wanita. Cairan ketuban dan segel tebal berlendir yang mengunci serviks bisa melindungi bayi dari berbagai infeksi yang mungkin terjadi.

Meskipun ketika di lapangan ada beberapa wanita yang mengalami orgasme bisa menyebabkan kontraksi rahim, akan tetapi hal ini tidak akan mempengaruhi proses persalinan berlangsung.

Biasanya pada saat perempuan hamil akan mengalami peningkatan untuk melakukan seks pada “trimester kedua”. Pada saat tingkat energi mulai meningkat dan muAl mual yang dialami semakin berkurang dan berhubungan intim dapat menjadi nomor satu yang dipikirkan istri yang sedang hamil pada masa ini.

Hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan aliran darah yang menuju ke vagina, yang menyebabkan vagina semakin membesar dan akan mengalami peningkatan cairan pelumas (lubrikasi).

Inilah alasa kenapa keinginan para istri berhubungan intim pada saat hamil akan meningkat dan orgasme pun dapat menjadi lebih hebat dari sebelumnya. Namun seiringnya perubahan fisik yang menyebabkan peningkatan berat badan dankondisi perut yang semakin hari semakin membesar akan membuat Anda cukup mengalami sedikit masalah pada saat melakukan hubungan intim.

Maka dari itu, para ahli memberikan saran agar Anda mencari berbagai gaya berhubungan intim yang aman dan nyaman ketika berhubungan intim pada masa kehamilan.

Cara Berhubungan Intim Saat Hamil Muda

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak
ummi-online.com

Apabila memang Anda terpaksa ingin melakukan hubungan seks pada saat istri hamil muda ada teknik tersendiri yang mungkin harus Anda lakukan agar aman dan tidak menyebabkan gangguan pada janin dan kehamilan itu tersendiri.

Menikmati hubungan intim pada masa kehamilan ketika nafsu seks semakin meningkat pada saat hamil, Anda mungkin memerlukan untuk membuat beberapa penyesuaian untuk kenyamanan saat berhubungan intim, misalnya:

1. Safety First

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak
ummi-online.com

Jika Anda mempunyai beberapa riwayat pernah mengalami penyakit menular seksual atau bahkan kemungkinan terjangkit penyakit HIV, sebaiknya untuk safety first Anda memakai kondom saat berhubungan seks.

Perlu Anda ketahui juga  bahwa “HIV bisa ditularkan pada bayi.”

Disini, oral seks juga diperkenankan namun pastikan Anda melakukannya dalam keadaan yang sama-sama bersih.

Dan wajib dicermati juga “meniup udara ke dalam vagina pada saat menjilat vagina tidaklah dianjurkan, karena bisa menyebabkan keadaan pembuluh darah dapat tersumbat oleh gelembung udara atau biasa disebut “air embolism” yang dapat mengancam jiwa janin itu sendiri.

Saran dari para dokter juga tak menganjurkan untuk melakukan “anal seks” pada saat kehamilan dikarenakan dapat menyebabkan paparan bakteri dari anus yang menuju vagina sebagai pemicu infeksi. Bahkan, kebiasaan ini juga memicu wasir selama masa-masa kehamilan.

2. Bereksperimen dengan gaya bercinta baru

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak
gambarbusanamuslim.com

“Semakin besar ukuran perut yang membuncit, cobalah posisi berhubungan intim miring atau posisi wanita berada di atas agar dapat mengontrol kedalaman penis pada saat penetrasi. Dapat juga dengan meminta pasangan pria untuk duduk bersandar dan Anda duduk di pangkuannya.”

Melakukan hubungan intim dengan berbaring terlentang sangat tidak direkomendasikan bagi wanita hamil terutama pada masa akhir kehamilan. Disebabkan, berat bayi dan pasangan bisa memberikan tekanan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang membawa darah kembali menuju jantung. Hal ini bisa mengakibatkan “pusing” dan meningkatkan “detak jantung”.

3. Berkomunikasi secara terbuka

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak
muslimah-id.com

Melakukan komunikasi secara terbuka ketika ingin melakukan seks pada saat masa-masa kehamilan memberikan angin segar untuk mendapatkan kepuasaan saat berhubungan intim. Anda dan pasangan mungkin mempunyai ide berbeda tentang ingin seberapa sering berhubungan seks dan gaya apa yang disukai masing-masing.

Apabila hubungan intim pada saat hamil menjadi sangat sulit untuk dilakukan, terutama di masa-masa akhir kehamilan, mungkin memberi pijatan dan pelukan penuh kasih sayang dapat menjadi penggantinya.

Maka dari itu, berkomunikasilah secara terbuka tentang kendala yang Anda rasakan bersama pasangan anda dan rumuskan solusinya bersama-sama.

Bahaya Melakukan Hubungan Intim Saat Hamil Muda

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Islam, Boleh Atau Tidak
tarbiyah.net

Kapan hubungan intim menjadi berbahaya untuk dilakukan di waktu hamil? Para ahli dalam hal kandungan akan memberikan saran kepada anda untuk tidak berhubungan intim selama kehamilan apabila terjadi beberapa hal di bawah seperti di bawah ini:

  • Berisiko terjadinya persalinan prematur, sebelum usia kandungan 37 minggu.
  • Anda mengalami plasenta previa. Kondisi di mana plasenta menutupi pembukaan serviks
  • Kondisi medis tertentu yang menempatkan Anda pada risiko keguguran
  • Anda mengalami perdarahan vagina. Biasanya terjadi pada kehamilan kembar
  • Mengalami infeksi tertentu

Beri Tanggapan