Hukum Akikah Dalam Islam antara Sunnah dan Wajib

Hukum Akikah Dalam Islam- Apa itu Akikah? Akikah atau bisa juga ditulis Aqiqah yaitu suatu perayaan dengan menyembelih kambing sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi yang baru lahir. Syarat jumlah kambing yang dikorbankan untuk anak perempuan dan lelaki juga berbeda. Anak perempuan jika berakikah diharuskan menyembelih satu kambing sedangkan apabila yang lahir anak laki laki jika berakikah diharuskan menyembelih 2 kambing

Definisi Aqiqah/Akikah

1.bp.blogspot.com

Secara etimologis lughawi Akikah bermakna memotong dalam bahasa arabnya Al qat’u atau nama untuk rambut di kepala seorang bayi yang baru lahir.

Menurut istilah syariah fiqih akikah adalah hewan yang dikorbankan untuk disembelih sebagai bentuk wujud rasa syukur kepada Allah atas karunia lahirnya anak baik perempuan ataupun laki-laki.

Dalam kitab Fathul Qorib Al Mujib Imam Al Ghazi mendefinisikan aqiqah sbb:

(الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوَم الولادة من السبع)

“Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya.”

Dalil Hukum Aiqiqah/Akikah

Berikut ini dalil-dalil yang terdapat dalam hadits tentang akikah/aqiqah

Hadits dalam Sahih Bukhari

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

“Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya”

-Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadits sahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis rambutnya, dan diberi nama”

-Hadits riwayat Malik dan Ahmad

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً.

Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya”

-Hadits riwayat Abu Daud

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Rasulullah SAW memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.”

-Hadits riwayat Abu Dawud

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

“Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor kambing kibas.”

-Hadits riwayat Abu Dawud dan Nasai

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ

“Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor kambing”\

Hukum Akikah/Aqiqah Dalam Islam

 

Terdapat tiga pendapat dari ulama dalam hukum akikah yaitu ada yang berpendapat wajib, sunnah mu’akkad dan juga sunnah. Menurut mazhab Syafi’i sendiri melaksanakan akikah hukumnya sunnah (mustahab) yang artinya apabila mampu.

Jumhur ulama atau kebanyakan ulama menyatakan bahwa akikah hukumnya sunnah. Namun, ada beberapa yang mewajibkan dengan alasan begitu pentingnya akikah ini karena berhubungan langsung dengan sesembelihan. Menurut hemat kami, selama mampu untuk melaksanakan, menyegerakan pas hari ke 7 adalah yang hal yang bijak dan lebih utama.

Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat yakni sunah muakkadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadits. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus. Artinya akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir.

Syarat-syarat Hewan Aqiqah/Akikah

offthegridnews.com

Adapun syarat hewan kambing yang bisa dijadikan untuk aqiqoh itu hampir sama dengan syarat hewan hewan untuk kurban. berikut syaratnya:

Apabila kambing, kambing yang sempurna usianya 1 tahun dan juga masuk pada usia 2 tahun.
Apabila domba, domba yang sempurna usianya menginjak 6 bulan dan juga masuk pada bulan ke-7.
Badan hewan tersebut tidak boleh ada yang cacat.
Daging hewan hasil akikah tersebut dilarang untuk diperjual belikan.
Kambing/domba boleh jantan boleh juga betina

Waktu Pelaksanaan Akikah/Aqiqah

Waktu untuk pelaksanaan aqiqah sendiri yang utama disunnahkan pada saat hari ketujuh setelah lahirnya anak sekaligus memberikannya sebuah nama. Namun bisa juga pada hari ke 14 atau ke 21 setelah kelahiran anak. Yang melaksanakan dan membeli kambing adalah orang tua si anak, yakni ayah yang menjadi kepala di rumah tangga. Apabila akikah belum mampu untuk dilaksanakan sampai si anak usianya mencapai akil baligh, maka akan gugur kewajiban aqiqah untuk orang tua.

Seorang anak yang belum diaqiqahi, saat usianya sampai baligh boleh saja untuk beraqiqah sendiri untuk dirinya sendiri. Namun boleh juga untuk tidak melakukannya. (“Hukmul Aqiqah” dalam kitab Fathul Qarib Al Mujib )

Sunnah yang Dilakukan Ketika Bayi Lahir

jejamo.com

Menurut dari Imam Al Ghazi dalam kitab Fathul Qarib ketika anak lahir. Maka disunnahkan untuk orangtuanya khususnya bapaknya, untuk melakukan hAl hal seperti berikut:

  1. Setelah anak lahir, segera ayah untuk memperdengarkan suara adzan pada telinga kanan anak dan iqomah pada telinga kirinya.
  2. Berikan sedikit kurma yang telah di lembutkan di mulut ayah dan diberikan kepada anak di dinding atas mulut sampai tertelan.
  3. Berilah nama saat hari ketujuh tiba. Boleh memberi sebuah nama sebelum datangnya hari ketujuh ataupun setelahnya.
  4. Setelah menyembelih hewan aqiqah/akikah, hendaknya rambut bayi dicukur dan disunnahkan juga untuk bersedekah menggunakan emas atau perak seberat timbangan helai rambut yang dicukur.

Catatan: Seandainya anak tersebut kemudian meninggal sebelum datang hari ketujuh, sunnah juga hukumnya untuk memberi nama.

Fadhilah (Keutamaan) Manfaat dari Akikah/Aqiqah

Akikah adalah suatu bentuk taqarrub/pendekatan diri kepada Allah, yang sekaligus bentuk rasa syukur kita atas karunia yang dianugerahkan Allah dengan terlahirnya seorang anak.

Akikah juga sebagai sarana untuk memperlihatkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & juga bertambahnya keturunan kaum mukmin, yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.

Wallahu ‘alam bis showab.

Beri Tanggapan