Uji Kepalsuan Al-Qur’an Untuk Membuktikan Kebenaran Al-Qur’an – Dr. Zakir Naik

syedkhurramaali.blogspot.com

Berkenaan dengan ilmuwan, mereka punya filosofi berbeda. Mereka memiliki pendekatan berbeda. Pendekatan ini disebut sebagai falsification test (uji kepalsuan). Para ilmuwan sangat sibuk. Ada berbagai teori yang berdatangan, mereka tidak punya waktu untuk menganalisisnya. Mereka berkata: Jika kamu punya teori, pertama-tama, berikan kami cara untuk membuktikan teorimu itu salah. Jika kau menciptakan konsep batu, pertama-tama, tunjukkanlah cara bagaimana kami bisa membuktikan teorimu salah.

Albert Einstein di awal abad ke-20, dia mengajukan beberapa hal, bagaimana jagat raya bekerja. Bersamaan dengan itu, dia memberikan tiga cara untuk membuktikan teorinya salah. Para ilmuwan menganalisisnya selama 6 tahun dan mereka setuju bahwa itu benar. Siapapun yang memberikan uji kepalsuan, patut didengarkan. Itu tidak berarti bahwa orang itu hebat, atau karyanya hebat. Karyanya mungkin benar mungkin juga salah, tapi siapapun yang melakukan uji kepalsuan patut didengarkan.

Ada banyak sekali uji kepalsuan yang disebutkan dalam Al Qur’an. Kau ingin membuktikan Qur’an salah? Ini sangat mudah, kau bisa mencobanya. Sangat mudah! Ada sebagian uji kepalsuan yang hanya diperuntukkan untuk masa itu saja, ketika Qur’an diwahyukan. Sebagian lagi diperuntukkan untuk sekarang, sebagian lagi diperuntukkan hingga hari kiamat. Dr. Zakir Naik hanya menyebutkan 5 pada cerahmahnya tersebut.

Uji Kepalsuan dalam 10 Tahun

Salah satu contoh yang dapat kau analisis adalah tentang kisah Abu Lahab. Abu Lahab dan istrinya di kutuk oleh Allah SWT dalam surat Al-Lahab: 1-5. Abu Lahab adalah paman dari Nabi Muhammad s.a.w. dan dia diberikan julukan “Abu Lahab (Ayah dari api)” dan dia adalah salah satu musuh Nabi Muhammad s.a.w. Kemanapun dia melihat siapapun yang berbicara dengan Rasulullah s.a.w. dia sering kali menunggu. Ketika Rasulullah s.a.w. pergi dia menghampiri orang tersebut dan bertanya “Apa yang dikatakan Muhammad? Apakah dia mengatakan hitam? Yang benar putih. Apakah dia mengatakan siang? Yang benar malam.” Dia mengatakan kebalikannya. Dia adalah salah satu musuh Rasulullah s.a.w. Dia menggunakan segala cara, bahkan sampai berbohong berulang kali hanya untuk membuktikan Rasulullah s.a.w. itu salah. Dan ada surat dalam Quran yang bernama surat Al-Lahab, surat ke-111 yang kita semua ketahui, ini seringkali dibaca ketika shalat.

Dalam surat ini disebutkan bahwa Abu Lahab beserta istrinya, mereka akan dibakar di api neraka. Ini artinya mereka tidak akan menjadi Muslim, mereka tidak akan masuk Islam. Dan surat ini diwahyukan 10 tahun sebelum kematian Abu Lahab. Ketika surat ini diwahyukan, satu-satunya yang perlu dilakukan Abu Lahab adalah masuk Islam, maka Qur’an akan terbukti salah. Dan banyak dari teman-temannya dalam jangka waktu 10 tahun yang masuk Islam.

Abu Lahab setelah 10 tahun, dia meninggal di perang Badar. Selama 10 tahun dia punya waktu. Rasulullah s.a.w. terus-menerus mengingatkannya selama 10 tahun “Kau masuk Islam, maka Qur’an akan terbukti salah.” Sangat mudah! Satu-satunya yang perlu dilakukannya adalah mengucapkan “Aku seorang Muslim.” Selesai!

Dia tidak perlu berperilaku seperti seorang Muslim, dia tidak perlu shalat, satu-satunya yang perlu dilakukan adalah berkata “Aku seorang Muslim” dan selesai! Qur’an akan terbukti salah. Sangat mudah. Dia seringkali berbohong kepada Nabi Muhammad s.a.w. dia hanya perlu berbohong sekali lagi, dan Qur’an akan terbukti salah. Tapi dia tidak bisa, karena penulis Qur’an adalah Tuhan. Allah tahu bahwa Abu Lahab tidak akan masuk Islam. Uji kepalsuan. Selam 10 tahun.

Uji Kepalsuan Untuk Masa Lalu

Ada uji kepalsuan yang lain. Ada banyak yang lainnya. Disebutkan dalam surat Al-Baqarah[2]: 94-95 ada sekumpulan Yahudi yang berselisih dengan Muslim dan mereka berkata “kampung akhirat (surga) hanya untuk kami.” Jadi Allah berfirman dalam surat Al Baqarah[2]: 94-95 “Jika mereka berkata kampung akhirat (surga) itu khusus untuk mereka, maka mintalah mereka untuk meminta kematian.” Jika kau berkata bahwa sungguh akhirat itu untukmu, maka mintalah kematian. Dan ayatnya berlanjut “Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya.”

Satu-satunya yang harus Yahudi tersebut lakukan untuk membuktikan Qur’an itu salah, adalah mengatakan “Aku ingin mati.” Sangat mudah. Bukan berarti dia harus mati. Bukan berarti dia harus bunuh diri. Bukan berarti mereka harus menusuk diri sendiri. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah berkata “Aku ingin mati.” Sangat mudah untuk membuktikan Qur’an salah, cukup “Aku ingin mati.” 3 kata, dan Qur’an akan terbukti salah.

Allah melanjutkan dalam surat Al Baqarah[2]: 95-96 “mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya”, meskipun seribu tahun diberikan pada mereka.” Sangat mudah untuk membuktikan Qur’an itu salah. Jadi dua uji kepalsuan ini, adalah uji kepalsuan untuk masa lalu.

Uji Kepalsuan Di Zaman Sekarang

Kau berkata “Dr. Zakir, sekarang aku ingin butikan Qur’an itu salah. Bagaimana aku bisa membuktikan Quran itu salah di zaman sekarang? Dapatkah aku melakukannya sekarang?” Ya, setiap orang punya kesempatan. Allah berfirman di surat Al Ma’idah[5]: 82 “yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman ialah orang-orang Kristen, dan yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”

Quran berfirman “yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang musyrik. yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman ialah orang-orang Kristen.” Disini Qur’an berfirman maksudnya secara keseluruhan. Ada banyak Yahudi yang masuk Islam, mungkin ada beberapa Yahudi yang lebih baik dibanding Kristen. Tapi secara keseluruhan, Qur’an berfirman umat Yahudi adalah musuh umat Muslim, dan umat Kristen itu lebih dekat.

Salah satu cara untuk membuktikan Qur’an itu salah, yaitu semua Yahudi di seluruh dunia bersatu dan mereka berencana, “Oke, mari kita berbaik hati kepada umat Muslim selama beberapa tahun, selama 2-3 tahun. Kita bersikap lebih baik daripada Kristen.” Maka Qur’an bisa terbukti salah. Sangat mudah. Semua Yahudi di seluruh dunia bersatu, “Selama 2-3 tahun, kami akan berbaik hati kepada umat Muslim. Dan kemudian kami akan berkata “Ayat Quran ini, surat Al-Ma’idah[5]: 82 itu salah.” Merek tidak akan pernah melakukannya. Mereka tidak akan pernah bisa melakukannya. Mudah.

Cobalah Membuat Surat yang Semisal Al Qur’an

Ada uji kepalsuan lainnya. Kau berkata “Aku bukan Yahudi, tapi aku ingin membuktikan Qur’an itu salah. Bagaimana aku bisa membuktikannya?” Allah memberikan semua orang kesempatan. Allah berfirman dalam Qur’an di surat Israa'[17]: 88 Jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya.” Maksudnya, kau berkata Qur’an itu palsu? Cobalah menciptakan yang serupa dengan Qur’an. Tantangan yang sama diulangi di surat Tuur[52]: 34, Allah berfirman “hendaklah mereka mendatangkan yang seperti Al Qur’an itu jika mereka orang yang benar.”

Meskipun seluruh jin dan manusia berkumpul bersama mereka tidak akan bisa menciptakan yang setara Qur’an tanpa pertolongan Allah. Ini sebuah tantangan. Dan Allah membuat tantangan ini lebih mudah. Allah berfirman dalam surat Hud[11]: 13 “mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Qura’an itu”, (kalau demikian), buatlah sepuluh surat yang menyamainya.” tidak seluruh Qur’an itu sulit!

“maka buatlah sepuluh surat yang menyamai Qur’an.” “dan panggillah orang-orang yang selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.” Allah membuat tantangannya lebih mudah, jauh lebih mudah. Dalam surat Yunus[10]: 38, “mereka berkata “Muhammad yang membuatnya.” Katakanlah: “maka cobalah buatlah sebuah surat yang sepertinya.” Satu saja! Tidak seluruh Qur’an, tidak 10 surat, hanya satu surat saja yang seperti Qur’an, dan mintalah bantuan kepada siapapun yang kau mau selain Allah, dan kau tidak akan bisa melakukannya. Tidak ada jawaban.

Dan Allah membuat pengujiannya lebih mudah lagi. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah[2]: 23-24 “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang mirip dengan Al Qur’an.” Mim misli. Ini bukan misli. Mim misli artinya yang mirip. Tidak harus persis seperti Qur’an, cobalah ciptakan satu surat yang entah bagaimana mirip Qur’an. “dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya).” Kau tidak akan bisa melakukannya, dan sudah dipastikan kau tidak akan bisa melakukannya. “peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.” Inilah tantangannya. Cobalah ciptakan sebuah surat yang menyerupainya.

Temukan Satu Saja Kontradiksi Di dalam Al Qur’an

Sekarang kau berkata padaku, “Dalam ujian ini, tentu kita harus mencoba menciptakan surat dalam bahasa Arab.” Kau berkata “Dr. Zakir, aku tidak bisa bahasa Arab. Bagaimana aku bisa ikut untuk mengujinya?” Baiklah. Dikatakan “Coba buat surat semisal Qur’an”, tapi kau harus bisa bahasa Arab. Tidak bisa dalam bahasa Inggris, tidak bisa dalam Prancis. tidak bisa dalam India, tidak bisa dalam bahasa Urdu. Banyak orang mencobanya. Sangat banyak! Ratusan orang mencobanya, dan mereka gagal total.

Mereka bisa membuatnya puitis, tapi jauh dari kenyataan. Banyak orang mencobanya, dan banyak yang sudah diabadikan dalam buku, tapi mereka semua gagal total. Sekarang kau berkata padaku”Dr. Zakir, aku tidak tahu bahasa Arab. Aku bukan seorang Yahudi. Bagaimana aku bisa membuktikan Qur’an itu salah?”

Ada banyak uji kepalsuan. Aku akan memberikan satu lagi, dimana semua orang dapat berpartisipasi. Dr. Zakir Naik memulai ceramahnya dengan mengutip ayat Qur’an dari surat An-Nisaa'[4]: 82 yang berbunyi “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentunlah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” Jadi jika kau ingin membuktikan Qur’an itu salah, kau tinggal menemukan satu saja kontradiksi dalam Qur’an. Jika siapapun dapat menunjukkan satu saja kontradiksi dalam Qur’an, maka Qur’an akan terbukti salah.

Bukan berarti orang-orang tidak mencobanya. Banyak orang mencobanya. Kau cari di internet, kau akan menemukan ribuan kontradiksi. Tapi semuanya, entah dikutip keluar dari konteksnya, atau disalah terjemahkan, atau tidak masuk akal. Jadi inilah yang disebut sebagai uji kepalsuan. Jadi Qur’an menunjukkan cara kepada kita bagaimana cara membuktikan bahwa ia salah.

Jika kau berpikir Qur’an tidak berasal dari Tuhan, kau ingin membuktikan Qur’an itu salah, cobalah! Tunjukkan satu saja kontradiksi dan Qur’an akan terbukti salah. Inilah yang disebut sebagai uji kepalsuan. Siapapun yang beriman pada Tuhan akan langsung setuju bahwa Qur’an ini memang dari Tuhan. Dan bagi mereka yang tidak bisa membuktikan Qur’an itu slah seperti yang telah dijelaskan di atas, maka dia harus setuju bahwa Qur’an berasal dari Tuhan.

Iklan : Rumah Adat di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *