Pendidikan Dalam Menebarkan Salam

menebarkan-salam

Mengucapkan salam kepada sesama muslim merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Dengan menebarkan salam akan memperkokoh rasa persaudaraan sesama muslim. Islam telah mengajarkan kita bahwa umat Islam adalah saudara, baik yang kenal maupun yang tidak kenal.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِ

Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)

Persaudaraan dalam Islam bukan berdasarkan keturunan, suku dan negara. Melainkan seluruh manusia yang memeluk agama Islam di dunia ini adalah saudara. Persaudaraan itu akan terus terbangun dan kokoh apabila saling bahu-membahu dan tolong-menolong, sehingga akan tercipta solidaritas sesama muslim.

Salah satu amalan agar terciptanya solidaritas sesama muslim yaitu dimulai dari menebarkan salam. Kalimat “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” mendidik kita agar menjadi seorang muslim sejati. Berikut ini penjelasan mengenai pendidikan dalam menebarkan salam kepada sesama muslim.

Mendidik Agar Saling Mencintai dan Peduli

bersalaman
amanahsedekah.com

Menebarkan salam kepada sesama muslim akan timbul saling mencintai. Ketika seseorang sudah saling mencintai pasti dia akan peduli. Kepedulian inilah yang harus tumbuh di dalam hati seorang muslim terhadap saudaranya. Ia tidak rela kalau saudaranya lalai dalam ibadah, ia tidak rela kalau saudaranya terjerumus kedalam kemaksiatan. Hal inilah yang membuat seorang muslim itu beriman dan masuk surga. Saling salam berarti saling mendoakan yang kemudian akan saling mencintai. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Membentuk Adab Saling Menghormati

mendidik-menghormati
kursibundar.blogspot.co.id

Menebarkan salam juga akan membentuk adab saling menghormati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bagaimana adab mengucapkan salam dan siapa yang seharusnya lebih dulu mengucapkan salam.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِى ، وَالْمَاشِى عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yang berjalan. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak.” (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

“Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak.” (HR. Bukhari no. 6231)

Dari kedua hadits di atas diketahui bahwa orang yang sedang berkendaraan harus menghormati orang yang berjalan, yang berjalan menghormati duduk, yang muda menghormati yang tua, yang sedikit (minoritas) menghormati yang banyak (mayoritas).

Lalu bagaimana jikalau orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam. Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَاشِيَانِ إِذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod dan Al Baihaqi dalam Sunannya. Syaikh Al Albani dalam Shohih Adabil Mufrod mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Begitulah Islam mendidik masyarakat muslim dengan salam. Salam bukanlah sekedar tradisi pada pembukaan dan penutupan suatu acara semata, ataupun disampaikan kepada orang tertentu saja (orang yang kenal). Akan tetapi salam itu harus menjadi tradisi tegur sapa dalam keadaan apapun, dimana pun dan kepada siapa pun muslim yang bahkan kita tidak mengenalnya.

SPONSORED: Alat Peraga Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *